GKY Sydney - Gereja di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Kecaman bagi Para Ahli Taurat dan Orang Farisi

Mengapa Tuhan Yesus mengecam para ahli Taurat dan orang Farisi dengan amat keras? Para ahli Taurat dan orang Farisi dikecam dengan amat keras karena mereka menuntut hak untuk dihormati sebagai pemimpin masyarakat, tetapi mereka mengabaikan kewajiban untuk menjadi teladan bagi orang banyak. Ibadah mereka hanya bertujuan "supaya dilihat orang". Kesalehan mereka hanya merupakan kesalehan lahiriah yang tidak muncul dari dalam hati. Kemunafikan mereka merupakan batu sandungan bagi orang lain. Kehidupan mereka bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus, baik dalam hal ibadah (23:5, renungan tanggal 9 January 2008), kepemimpinan (23:10-11; 20:26-27), doa (23:14; 6:7), sumpah (23:16-18; 5:33-37), maupun kepedulian sosial (23:23; 15:5-6). Dengan teguran yang amat keras, Tuhan Yesus menilai bahwa kehidupan orang Farisi itu seperti kuburan yang dilabur putih: Dari luar terlihat bersih, tetapi di dalamnya berisi tulang-belulang dan pelbagai jenis kotoran (23:27-28).

Kecaman Tuhan Yesus terhadap para ahli Taurat dan orang Farisi seharusnya membuat para pemimpin Kristen pada masa kini bermawas diri. Kemunafikan harus dihindari dan para pemimpin Kristen harus memperbaiki diri dari dalam agar sanggup menampilkan kehidupan yang bisa menjadi teladan bagi umat Tuhan. Pemimpin Kristen harus memiliki integritas (kesamaan antara kata-kata dan perbuatan) dan harus menjalankan kewajibannya untuk melayani umat Allah. Pemimpin yang hanya menginginkan posisi tanpa kesediaan untuk menanggung risiko adalah seorang yang tidak layak untuk menjadi pemimpin. [P]

Matius 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Rekaman Khotbah Terbaru