Persahabatan Berlandaskan Materi
Renungan GEMA 2012
20 January 2012 Amsal 19Hubungan persahabatan di dunia ini banyak yang dilandasi oleh materi. Persahabatan semacam itu bukanlah persahabatan sejati karena persahabatan itu bisa berakhir bila si kaya menjadi miskin atau ada orang lain yang lebih kaya yang lebih menguntungkan bila dijadikan sahabat (19:4).
Orang beriman perlu memiliki hati yang dermawan. Akan tetapi, memilki hati yang dermawan tidaklah berarti bahwa kita harus membagi-bagi uang yang kita miliki untuk mencari sahabat. Memiliki hati yang dermawan berarti bahwa kita tidak menutup pintu hati saat melihat sahabat kita yang lebih miskin daripada kita menderita kekurangan.
Orang beriman tidak boleh mengikuti sifat dan kebiasaan orang yang tidak beriman. Walaupun mencari persahabatan dengan orang yang kaya serta menjauhi orang yang miskin merupakan hal yang umum menurut ukuran dunia ini (19:4, 7), orang beriman tidak boleh bersikap sama. Kita harus mengasihi sesama kita bukan karena keuntungan yang bisa kita peroleh dari teman kita tersebut, melainkan karena Allah telah lebih dulu mengasihi kita dan Allah memerintahkan kita untuk mengasihi sesama kita.
Bagi seorang beriman, ukuran karakter lebih penting daripada ukuran materi. Perhatikan bahwa penulis amsal pun (di samping menulis pendapat umum tentang persahabatan yang dilandasi oleh materi) juga membuat penilaian yang melampaui masalah materi, "Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya daripada seorang yang serong bibirnya lagi bebal." (19:1). Dia juga mengemukakan sebuah prinsip penting, "lebih baik orang miskin daripada seorang pembohong." (19:22b). Setiap persahabatan yang kita jalin harus kita bangun berdasarkan karakter yang baik, bukan berdasarkan materi. [P]
Amsal 19:6
"Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan, setiap orang bersahabat dengan si pemberi."




