Sistem Nilai yang Benar
Renungan GEMA 2012
23 January 2012 Amsal 22Sistem dunia yang materialistik (mementingkan barang atau kekayaan) membuat banyak orang mengabaikan nilai-nilai yang lebih penting, yaitu kesetiaan, kebenaran, kejujuran, ketulusan, kepedulian, kepahlawanan, dan sifat-sifat lain yang membuat seseorang memiliki nama baik.
Perkembangan teknologi membuat pikiran kita semakin dijejali dengan hal-hal yang bersifat materi, misalnya rumah idaman, mobil mewah, pakaian yang mengikuti mode, parfum dan kosmetik yang mahal, peralatan dengan teknologi canggih, dan sebagainya. Barang-barang tersebut begitu sering ditawarkan (atau diperkenalkan) sehingga tayangan di media massa yang mengutamakan budi pekerti dan kepahlawanan menjadi kurang populer. Akibatnya, perlombaan memiliki barang-barang mewah seperti Blackberry dan Ipad telah dimulai di sekolah dasar.
Amsal 22:1 mengingatkan kita bahwa nama baik (hal-hal yang bersifat rohani) lebih bernilai daripada materi. Bagi seorang siswa, seharusnya kejujuran lebih penting daripada nilai pelajaran. Membantu teman seharusnya lebih penting daripada bermain. Bagi seorang pekerja, seharusnya kepentingan perusahaan lebih penting daripada kepentingan pribadi. Prestasi seharusnya lebih penting daripada gaji. Bagi seorang pegawai negeri, pengabdian kepada negara seharusnya lebih penting daripada mengumpulkan kekayaan bagi diri sendiri. Bagi seorang dokter, menolong orang sakit seharusnya lebih penting daripada mendapatkan uang bayaran. Bagi seorang pengacara, membela orang miskin dan tertindas seharusnya jauh lebihpenting daripada membela koruptor. Bagi seorang guru, kepuasan bila bisa membuat murid menjadi lebih baik seharusnya lebih penting daripada gaji yang diterima. Apakah Anda telah memiliki sistem nilai yang benar? [P]
Amsal 22:1
"Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas."




