TUHAN penunjuk langsung

Bacaan Alkitab hari ini:

1 Tawarikh 24

Dalam perjanjian lama, praktik membuang undi (24:5, 31) merupakan salah satu cara yang dipakai TUHAN untuk menyatakan maksud dan keputusan-Nya dalam penunjukan pemegang jabatan tertentu. Kata “undi” menunjuk kepada sebuah batu kecil yang digunakan untuk praktik membuang undi. Secara khusus, pasal ini mencatat pengaturan—tentang pelaksana dan pelaksanaan menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN—melalui buang undi untuk keturunan Eleazar dan Itamar (24:3–5) serta keturunan suku Lewi yang bukan keturunan Harun (24:20–30).

Mengapa mereka membuang undi? Membuang undi dilakukan dengan keyakinan bahwa hasil undian merupakan keputusan TUHAN sendiri yang menetapkan atau menunjuk langsung orang yang dipercayakan untuk melayani Dia. Jadi, penetapan itu bukan berdasar kemauan pemimpin maupun kemauan pribadi yang akan melayani, tetapi kemauan TUHAN, karena TUHAN sendirilah yang memilih, mempercayakan dan memperlengkapi setiap orang yang melayani Dia.

Karena Tuhan Yesus telah menuntaskan karya keselamatan-Nya, maka anak–anak Allah harus menyadari dan meyakini bahwa Allah telah memanggil kita untuk melayani Dia. Status sebagai anak-anak Allah seharusnya menumbuhkan ketetapan hati untuk melayani Dia dengan setia, tanpa batas waktu (seperti halnya keselamatan yang diterima tanpa batas waktu), serta tanpa syarat dan tanpa alasan(senantiasa berkata seperti nabi Yesaya dalam Yesaya 6:8, “Ini aku, utuslah aku!”). Bagaimanakah respons Anda saat Allah memanggil Anda untuk melayani? [R]

1 Petrus 4:11a
“Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus.”

Ibadah dan Pelayanan

Bacaan Alkitab hari ini:

1 Tawarikh 23

Ibadah di Bait Allah adalah pesan penting dalam pasal 23 ini. Raja Daud mengetahui bahwa fokus hidup bangsanya yang utama seharusnya adalah setia beribadah pada TUHAN yang dari dulu sampai sekarang tetap menyertai serta diam bersama umat-Nya (23:25). Tanggung jawab peribadatan dipercayakan kepada suku Lewi yang memang dikhususkan TUHAN untuk melayani Dia. Suku Lewi dibagi dalam beberapa bidang Pelayanan, yaitu pengawas pekerjaan rumah TUHAN, pengatur dan hakim, penunggu pintu gerbang, pemuji TUHAN dengan alat–alat musik (23:4–5). Dalam kaitan dengan ibadah, mereka membantu anak–anak Harun dalam penyelenggaraan ibadah, pengawasan pelataran, bilik–bilik, pentahiran perkakas rumah TUHAN, menyediakan sajian dan tepung untuk korban sajian, serta menaikkan pujian syukur bagi TUHAN tiap pagi dan petang, mempersiapkan perayaan hari raya (23:28–31).

Apa yang dilakukan atau diatur oleh Raja Daud ini menunjukkan prinsip ibadah pada TUHAN yang dimengerti dan diikuti oleh Salomo, suku Lewi dan umat TUHAN. Prinsip ibadah ini mencakup pentingnya mempersiapkan, mengatur, dan melaksanakan ibadah pada TUHAN. Prinsip ibadah ini juga memperlihatkan adanya semangat untuk melayani dengan penuh ucapan syukur dan pengagungan pada TUHAN. Jadi, 1 Tawarikh 23 mengajarkan bahwa saat kita sedang beribadah, sebenarnya kita juga sedang melayani. Sebaliknya, saat kita melayani, sebenarnya kita juga sedang beribadah. Lakukanlah ibadah dan pelayanan dengan perasaan kagum dan rasa syukur pada TUHAN yang telah menyelamatkan kita.Saat Anda beribadah dan melayani, sadarkah Anda bahwa keduanya tak terpisahkan? [R]

1 Tawarikh 23:25
“Sebab Daud telah berkata: “TUHAN, Allah Israel, telah mengaruniakan keamanan kepada umat-Nya, dan Ia diam di Yerusalem sampai selama–lamanya.”

Kemenangan dari Tuhan

Bacaan Alkitab hari ini:

1 Tawarikh 18-20

Raja Daud tidak terkalahkan! Semua lawan dikalahkannya! Itulah maksud utama penjelasan tentang orang Filistin, orang moab, Hadadezer (raja Zoba), orang Aram yang ditaklukkan oleh Raja Daud dan pasukannya. Mereka yang ditaklukkan wajib mempersembahkan upeti. Apa yang membuat Raja Daud tidak terkalahkan?Raja Daud selalu meraih kemenangan dalam berperang karena TUHAN memberi kemenangan (18:1–6). Raja Daud sendiri mengakui bahwa kemenangannya dalam setiap peperangan merupakan pemberian TUHAN! Pengakuan ini terlihat dari ungkapan iman Raja Daud yang diwujudkan dengan mengkhususkan bagi TUHAN semua barang dari emas, perak, dan tembaga sebagai persiapan bagi anaknya—yaitu Raja Salomo—untuk membangun Bait Allah (18:7-11).

Setiap orang, baik orang percaya maupun bukan orang percaya, berapa pun usianya, mungkin saja meraih keberhasilan dalam hidupnya. Yang menjadi masalah, saat orang percaya mengalami keberhasilan dalam hidupnya, apakah dia menyadari bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya disebabkan oleh kemampuan diri semata, atau oleh situasi yang mendukung keberhasilannya saja, melainkan terutama karena penyertaan TUHAN? Apakah Anda bersedia mengakui bahwa TUHAN adalah pemberi keberhasilan dalam hidup Anda?Mengakui bahwa TUHAN adalah Pemberi keberhasilan merupakan ungkapan iman yang muncul dari jalinan relasi kita dengan TUHAN saat kita berjuang dalam setiap aspek kehidupan kita. Karena keberhasilan kita merupakan pemberian TUHAN, maka kita harus senantiasa memuliakan TUHAN dengan mempersembahkan yang terbaik dari apa yang telah kita terima dari TUHAN. [R]

Ulangan 8:18
“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”

Sukacita Berlipat Ganda

Bacaan Alkitab hari ini:

1 Tawarikh 15:1-16:6

Tabut perjanjian memiliki perjalanan sejarah yang panjang: direbut oleh orang Filistin, dikembalikan, diabaikan oleh Raja Saul, disimpan di rumah Abinadab selama 20 tahun, Uza anak Abinadab dihukum mati oleh TUHAN di depan mata Daud karena UZA telah memegang tabut tersebut. Peristiwa ini membuat tabut di taruh di rumah Obed–Edom, orang Gat itu, selama 3 bulan (1 Samuel 4:11, 6:1-12, 7:1-2; 1 Tawarikh 13:3, 13-14).

1 Tawarikh 15 mengisahkan kerinduan Raja Daud untuk membawa kembali tabut perjanjian ke kota Daud (Yerusalem). Tempat telah disiapkan dan tugas untuk mengangkut Tabut Perjanjian itu diserahkan kepada Suku Lewi. Suku Lewi adalah satu-satunya suku yang diizinkan (diperintahkan) TUHAN untuk mengangkut Tabut Perjanjian. Saat Tabut Perjanjian diangkut dari rumah Obed-Edom, para penyanyi dari suku Lewi memperdengarkan suara mereka dengan diiringi alat musik seperti gambus, kecapi, dan ceracap. Seluruh orang Israel bersorak-sorai dan rasa sukacita Daud diungkapkan dengan melompat–lompat serta menari–nari. Mereka amat bersukacita karena tabut yang merupakan tempat Allah bertemu dengan umat-Nya dan tanda kehadiran Allah di antara umat Israel berhasil dipindahkan oleh orang Lewi ke Yerusalem (15:15-29).

Apakah Anda memiliki sukacita yang didasarkan pada janji penyertaan Allah? Dalam Matius 28:20, Tuhan Yesus memberikan janji, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Janji penyertaan-Nya itu menjamin kepedulian-Nya terhadap diri kita. Kita bisa meyakini bahwa Allah Tritunggal yang Mahahadir itu menyertai kita. Oleh karena itu, sepatutnyalah bila Anda senantiasa bersukacita [R]

Filipi 4:4
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”