Mengasihi Tuhan, Mengasihi sesama

Bacaan Alkitab hari ini : Lukas 10

Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan orang Samaria yang murah hati sebagai jawaban atas pertanyaan ahli Taurat kepadanya, “Dan siapakah sesamaku manusia?” Sangat memprihatinkan sekali bahwa Ahli Taurat itu merasa mengenal siapa Allah yang perlu dia kasihi, tetapi dia mengaku tidak mengenal siapa sesama manusia yang Tuhan kasihi. Saat ini pun, banyak orang yang seperti ahli Taurat itu. Terkadang ada orang Kristen yang mengaku memiliki kehidupan ibadah dan doa, tetapi masih menilai orang berdasarkan ukuran yang disukai dirinya sendiri. Ada pula gereja yang hanya tergerak untuk memberi bantuan untuk kalangan Kristen saja. 

Berbahaya sekali bila mengasihi Tuhan membuat kita lebih mengasihi diri sendiri dan tidak mempedulikan orang lain yang memiliki kebutuhan. Dalam perumpamaan di atas, imam dan orang lewi tidak mau menolong korban yang sudah tidak bergerak karena—menurut peraturan—mereka tidak boleh menyentuh mayat. Menyentuh mayat akan membuat diri mereka menjadi najis. Mereka lebih memilih syarat kesempurnaan ibadah daripada menolong orang lain. Melalui tokoh orang Samaria, Tuhan ingin mengatakan bahwa Dia menghendaki agar kita mengasihi sesama, bukan mengasihi orang yang sama dengan kita saja. 

Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mencari orang berdosa. Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Oleh karena itu, orang yang mengasihi Tuhan seharusnya menyadari kasih Tuhan terhadap semua orang, sehingga dia juga ikut mengasihi semua orang, bukan hanya mengasihi orang yang serupa dengan dirinya. [LH]

Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap
hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap
kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Lukas 10:27