Batu Timbangan yang Tepat atau Neraca Serong?

Bacaan Alkitab hari ini : Amsal 11

Bagian ini menekankan pentingnya menjadi orang benar. Prinsip kebenaran secara sederhana digambarkan sebagai “batu timbangan yang tepat” (11:1). Prinsip transaksi jual-beli dengan sarana timbangan atau ukuran yang diberikan Allah di sini mewakili semua prinsip hidup yang menyangkut relasi. “Batu timbangan yang tepat” adalah prinsip sederhana agar kita tidak rugi dan tidak merugikan orang lain. Guru hikmat menyatakan bahwa Tuhan “berkenan akan batu timbangan yang tepat”. 

Apa balasan bagi orang yang berbuat kebenaran? Kabar baik amsal-amsal sebelumnya diulangi di pasal ini, seperti “kebenaran melepaskan orang dari maut” (11:4b), “jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya” (11:5a), “orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya”, “orang benar diselamatkan dari kesukaran” (11:8a), “orang benar diselamatkan oleh pengetahuan” (11:9b), bahkan “keturunan orang benar akan diselamatkan” (11:21b). Keselamatan, pembebasan, dan pelepasan adalah kabar baik bagi orang benar, yaitu mereka yang menjalankan kehidupan di dunia dengan menjaga hubungan baik dan benar dengan tiap orang. Orang benar di sini adalah orang yang tidak “menghina sesamanya” (11:12a), “yang setia” (11:13b), “yang murah hati” (11: 17a), “yang berpegang pada kebenaran” (11:19a), “yang tidak menahan gandum” (11:26a), “yang mengejar kebaikan” (11:27a), “yang tidak mempercayakan diri kepada kekayaannnya” (11:28a), dan sebagainya. 

Berbeda dengan pahala bagi orang benar, dalam pasal ini, orang fasik—yaitu orang yang tidak berbuat benar" akan jatuh karena kefasikannya” (ayat 5b). Orang fasik tidak akan mendapatkan keselamatan dan “tidak akan luput dari hukuman” (ayat 21a). Mengapa? Karena Tuhan membenci “neraca yang serong”, tetapi “Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat” (Amsal 11:1). [A

Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi orang yang tak ber cela, jalannya dikenan-Nya.
Amsal 11:20